BNNP Bentuk Komunitas Media Online Anti Narkoba

0
118

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur membentuk komunitas anti narkoba melibatkan puluhan pengelolah media online untuk upaya pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di daerah setempat.

“Komunitas berbasis media online yang dibentuk Jumat (23/3), untuk mendukung upaya P4GN bagi para netizen,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT Yos Gadhi di Kupang, Jumat (23/3).

Komunitas anti narkoba berbasis media online ini dibentuk untuk mendukung penyebarluasan informasi tentang bahaya dan dampak narkoba kepada pengguna jejaring media sosial (netizen).

Menurut Gadhi, peredaran gelap narkoba terus-menerus menghawatirkan dari waktu ke waktu, terutama karena menyasar kalangan anak-anak dan generasi muda.

Secara nasional, katanya, rata-rata orang yang meninggal dunia akibat konsumsi narkoba mencapai 400-50 orang dengan jumlah per tahun mencapai sekitar lebih dari 10.000 orang.

Wilayah Nusa Tenggara Timur, lanjutnya, merupakan salah satu daerah rawan yang tidak luput dari praktek peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang itu.

BNNP NTT mencatat pada 2017 lalu, jumlah pengguna narkoba di provinsi berbasiskan kepulauan itu mencapai 36.022 orang atau sebanyak 0,9 persen dari jumlah penduduk usi 10-59 tahun.

Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun 2016 mencapai 49.000 orang, namun menurutnya masih tetap rawan dan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupaun masyarakat setempat.

Menurutnya, NTT memiliki wilayah yang luas mencakup 22 kabupaten/kota namun belum dilengkapi dengan sumber daya yang memadai untuk mencegah masuknya peredaran gelap narkoba.

Untuk itu, upaya P4GN harus melibatkan peran aktif semua pihak seperti instasi pemerintah, aparat keamanan, sekolah dan perguruan tinggi, masyarakat, dan serta media online.

Media online, katanya, menjadi sarana yang efektif untuk menyebarluaskan informasi P4GN kepada masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dengan kehadiran berbagai jejaring media sosial.

“Semakin banyak dan cepat informasi yang diperoleh masyarakat atau netizen melalui berbagai jejaring media sosial, kami yakin pengetahuan mereka akan bahaya, dampak, dan cara penanganan narkoba juga semakin meningkat,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...