BNNP Bentuk Komunitas Media Online Anti Narkoba

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur membentuk komunitas anti narkoba melibatkan puluhan pengelolah media online untuk upaya pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di daerah setempat.

“Komunitas berbasis media online yang dibentuk Jumat (23/3), untuk mendukung upaya P4GN bagi para netizen,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT Yos Gadhi di Kupang, Jumat (23/3).

Komunitas anti narkoba berbasis media online ini dibentuk untuk mendukung penyebarluasan informasi tentang bahaya dan dampak narkoba kepada pengguna jejaring media sosial (netizen).

Menurut Gadhi, peredaran gelap narkoba terus-menerus menghawatirkan dari waktu ke waktu, terutama karena menyasar kalangan anak-anak dan generasi muda.

Secara nasional, katanya, rata-rata orang yang meninggal dunia akibat konsumsi narkoba mencapai 400-50 orang dengan jumlah per tahun mencapai sekitar lebih dari 10.000 orang.

Wilayah Nusa Tenggara Timur, lanjutnya, merupakan salah satu daerah rawan yang tidak luput dari praktek peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang itu.

BNNP NTT mencatat pada 2017 lalu, jumlah pengguna narkoba di provinsi berbasiskan kepulauan itu mencapai 36.022 orang atau sebanyak 0,9 persen dari jumlah penduduk usi 10-59 tahun.

Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun 2016 mencapai 49.000 orang, namun menurutnya masih tetap rawan dan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupaun masyarakat setempat.

Menurutnya, NTT memiliki wilayah yang luas mencakup 22 kabupaten/kota namun belum dilengkapi dengan sumber daya yang memadai untuk mencegah masuknya peredaran gelap narkoba.

Untuk itu, upaya P4GN harus melibatkan peran aktif semua pihak seperti instasi pemerintah, aparat keamanan, sekolah dan perguruan tinggi, masyarakat, dan serta media online.

Media online, katanya, menjadi sarana yang efektif untuk menyebarluaskan informasi P4GN kepada masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dengan kehadiran berbagai jejaring media sosial.

“Semakin banyak dan cepat informasi yang diperoleh masyarakat atau netizen melalui berbagai jejaring media sosial, kami yakin pengetahuan mereka akan bahaya, dampak, dan cara penanganan narkoba juga semakin meningkat,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.