BKD Mataram Sebut Pengurangan Reklame Rokok Tidak Pengaruhi Pajak

MATARAM, SERUJI.CO.ID Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyebutkan pengurangan reklame rokok untuk mendukung terwujudnya Mataram sebagai kota layak anak tidak mempengaruhi target pajak yang telah ditetapkan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi di Mataram, Selasa (3/4), mengatakan penarikan pajak reklame dilakukan berbadasarkan aturan.

“Jika dibolehkan kita pungut, begitu juga sebaliknya. Jadi pengurangan iklan rokok Insya Allah tidak akan mempengaruhi target yang telah kita tetapkan sebesar Rp4 miliar tahun ini,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi instruksi dari Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang yang meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait upaya menertibkan berbagai iklan rokok, karena maraknya iklan rokok di Mataram menjadi catatan evaluasi program kota layak anak (KLA).

Dari sisi tarif, menurut Syakirin, iklan rokok memang dibedakan 25 persen lebih mahal dibandingkan iklan komersial lainnya. Namun, iklan rokok bukan menjadi sumber terbesar pajak reklame saat ini.

“Karenanya jika iklan rokok dibatasi, kita tidak khawatir tidak mencapai target, sebab masih banyak objek reklame lainnya untuk dioptimalkan,” katanya.

Syakirin menyebutkan, realisasi pajak reklame pada triwulan pertama saat ini sudah mencapai 25 persen. Jumlah itu dinilai ideal atau sesuai dengan penetapan target per triwulan.

Ia mengakui, realisasi pajak reklame tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan realisasi sekitar di bawah 20 persen.

Kendati demikian, pihaknya, tetap mengingatkan para pengusaha periklanan agar membayar kewajibannya sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Tujuannya, agar para pembayaran tahap-tahap berikutnya wajib pajak tidak lalai sehingga terjadi tunggakan pada akhir tahun,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Petani dan Musim Semi

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.