Belasan Nelayan Jabar Alami Musibah di Lombok

0
57
Kapal terbakar
Kapal Terbakar di Perairan Lombok Utara. (Foto: Istimewa)

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 16 nelayan asal Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami musibah kebakaran kapal di perairan utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada Ahad (10/12), sekitar pukul 19.15 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, di Mataram, Senin, mengatakan seluruh korban dalam kondisi selamat dan sudah dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, untuk mendapatkan penanganan.

“Rescue Boat 220 Mataram tiba di Pelabuhan Lembar pada Senin (11/12), pukul 03.00 Wita. Kemudian para korban diserahkan kepada Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Lembar,” katanya.

Dari informasi yang diperoleh, kata dia, KM Putra Bahari Pratama 212 yang dinahkodai Sutirman, membawa 15 anak buah kapal (ABK). Mereka berlayar dari pelabuhan Indramayu Jawa Barat sejak beberapa hari lalu.

Ketika berada di perairan utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, kapal ikan berbobot 142 Gross Tonage (GT) itu terbakar pada Ahad (10/12). Api keluar dari cerobong kapal kemudian membakar atap yang terbuat dari kayu yang dilapisi fiber.

Selanjutnya, ABK melaksanakan pemadaman, namun api tetap membesar dan tidak bisa diatasi. Nahkoda beserta seluruh ABK kemudian memutuskan menyelamatkan diri dengan meninggalkan kapal pada pukul 18.00 WITA.

Seluruh korban mengapung di perairan laut sekitar 30 menit lamanya, sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan dari kapal kargo MV Leto dari Brasil yang sedang melintas di jalur ALKI dengan rujuan Cina.

“Tim kapal asing yang memberikan pertolongan kemudian memberikan Informasi kepada kami. Setelah itu, tim pencari langsung bergerak menuju lokasi dari Pelabuhan Lembar,” kata Sidakarya.

Saat ini, seluruh korban sudah ditangani oleh Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Para awak kapal yang berhasil diselamatkan, yakni Sutirman, Tarudi, M Riski, Cipto Nogoko, Adi Wiyaha, Duanto Erman, Juendi, Mudrika, Diman, Tamji, Mukidin, Fransiskus, Warsono, Hasanudin, Rasidi, dan Rahmat. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....