Antisipasi Gizi Buruk, Kupang Alokasikan Rp400 Juta

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalokasikan dana Rp400 juta untuk mengantisipasi kasus gizi buruk yang dialami anak-anak balita dari keluarga tidak mampu di daerah ini.

“Kasus gizi buruk selalu ditemukan dengan jumlah yang cukup tinggi di Kota Kupang sehingga mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran untuk kepentingan penanganan gizi buruk yang terjadi di daerah ini,” kata Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Kupang Marianah di Kupang, Rabu (7/2).

Ia mengatakan, pemerintah sangat serius mengatasi gizi buruk yang selalu mengrogoti kesehatan anak-anak balita yang berusia 1-5 tahun dari keluarga tidak mampu di daerah ini.

“Salah satu upaya dilakukan pemerintah dengan mengalokasikan anggaran mendukung kegiatan program penanganan gizi kurang dan gizi buruk melalui pemberian makanan tambahan bagi penderita gizi buruk,” tegas Marianah.

Marianah mengatakan, pemerintah Kota Kupang mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta dalam APBD II Tahun Anggaran 2018 untuk program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak balita yang mengalami kekurangan gizi dan gizi buruk.

“Termasuk untuk pengadaan vitamin untuk penambahan gizi anak yang mengalami kekurangan nutrisi,” tegas Marianah.

Ia menjelaskan, selain alokasi anggaran yang memadai, pemerintah daerah ini juga sedang merencanakan untuk pembangunan pusat perawatan gizi buruk yang berlokasi di Puskesmas Sikumana, Kota Kupang.

“Pemerintah sudah merencanakan pembangunan therapeutic feeding center (TFC) ataua pusat perawatan penderita gizi buruk. Khusus untuk tenaga medis yang akan bertugas di pusat perawatan pasien gizi buruk sudah siap dan saat ini masih ditempatkan di 11 puskesmas di Kota Kupang,” tegas Marianah.

Menurut dia, jumlah penderita gizi buruk di Kota Kupang tahun 2017 tercatat 240 orang penderita yang semuanya merupakan anak balita.

“Para pasien itu semuanya telah tertangani secara baik oleh petugas medis di daerah ini,” kata Marianah. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER