Aktivitas Meningkat, Status Gunung Agung Naik Jadi Level Awas

0
37
Gunung Agung erupsi
Gunung Agung meletus dengan tinggi 3.000 m pada 26/11/2017 pukul 22 WITA. (Foto: Dok BNPB)

KARANGASEM, SERUJI.CO.ID – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan status Gunung Agung di Kabupaten, Karangasem, Bali, dari level tiga (siaga) menjadi naik level empat (awas) pada Senin (27/11), pukul 06.00 WITA.

“Status ini kami naikkan karena melihat dari tingkat erupsi Gunung Agung saat ini meningkat dari fase freatik menjadi magmatik, sejak teramati adanya sinar merah di puncak gunung setinggil 3.142 mdpl ini pada Ahad (26/11) malam, pukul 21.00 WITA,” kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG, I Gede Suantika saat ditemui di Pos Pemantauan Gunung Agungm, Desa Rendang, Karangasem, Senin (27/11).

Ia menerangkan erupsi dari fase freatik ke magmatik ini terlihat kepulan abu tebal yang terus menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak Gunung Agung.

Selain itu, erupsi kepulan abu terus menerus ini yang disertai erupsi eksplosif dan terdengar suara dentuman lemah hingga radius 12 kilometer dari puncak gunung, menandakan potensi letusan lebih besar mungkin akan segera terjadi.

Pihaknya merekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung dan wisatawan tidak melakukan berada maupun melakukan pendakian serta tidak melakukan aktifitas apapun di zona perkiraan bahaya area kawah gunung tertinggi di Bali ini.

Untuk area radius zona bahaya yang sebelumnya enam kilometer dinaikkan menjadi delapan kilometer dari puncak gunung ditambah perluasan sektoral yang sebelumnya radius 7,5 kilometer dinaikkan menjadi sepuluh kilometer kearah utara, timur laut, tenggara, selatan dan barat daya.

Suantika menegaskan, tidak menaikkan perluasan sektoral 12 kilometer seperti September 2017, karena pada Ahad (26/11) malam kemaren tidak menemukan adanya luncuran lontaran material sejauh delapan kilometer atau lebih dari 11 km saat status siaga atau level III, mungkin sektoral ini bisa dinaikkan jadi 12 km.

“Jadi zona perkiraan rawan bencana radius delapan kilometer ini sifatnya dinamis, karena sewaktu-waktu bisa berubah secara cepat. Karena ancaman fisik ini belum terlihat, namun hanya ada potensi saja, maka kami ambil zona bahaya 8-10 km,” ujarnya.

Artinya masyarakat yang berada di zona ini harus segera mengosongkan desanya dan informasi ini sudah disampaikan PVMBG kepada pemerintah daerah melalui siaran radio yang disampaikan ke Posko Tanah Ampo.

Untuk itu, PVMBG menyatakan desa yang masuk wilayah zona bahaya dan sektoral dan masyarakatnya harus segera diungsikan yakni Desa Ban, Dukuh, Baturinggit, Sukadana, Kubu, Tulamben, Datah, Nawakerti, Pitpit, Bhuana Giri, Bebandem, Jungutan, Duda Utara, Amerta Bhuana, Sebudi, Besakih dan Pempatan. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

JK Bersilaturahim ke Kediaman SBY

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi istri, Mufidah Kalla, bersilaturahim ke kediaman Presiden ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta, Senin...
tenaga kerja asing

Imigrasi Ungkap Gaji TKA Ilegal Yang Fantastis di Nabire

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Timika, Papua menyebut puluhan pekerja asing atau TKA ilegal yang bekerja di tambang emas rakyat di...
Sudrajat-Syaikhu

101 Purnawirawan Jenderal Turun Gunung Menangkan Pasangan Asyik

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) telah menerjunkan sebanyak 101 purnawirawan perwira tinggi TNI ke Jawa Barat untuk memperjuangkan kemenangan Pasangan Calon...

Aparat Siap Amankan 332 TPS di Kota Banjar

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Polres Kota Banjar, menggelar apel pasukan dalam rangka pengamanan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Banjar serta pemilihan...

Nelayan Dilibatkan Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun

SIMALUNGUN, SERUJI.CO.ID  - Basarnas melibatkan nelayan tradisional yang selama ini beroperasi di Danau Toba untuk mencari penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam sejak 18...