2 Ribu Rumah Warga Terendam Akibat Sungai Benanain Meluap


KUPANG, SERUJI.CO.ID – Sungai Benanain di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah yang berbatasan dengan Negara Timor Leste kembali meluap dan merendam 2.000 rumah penduduk pada 12 desa di wilayah itu.

“Desa-desa yang terendam air dari luapan Sungai Benanain ini tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Malaka,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malaka Gabriel Seran ketika dihubungi dari Kupang, Jumat (2/3).

“Sungai Benanain kembali meluap pada Rabu (28/2) malam. Banjir merembes dari bibir sungai Benanain tepatnya di Desa Naimana, sehingga menggenangi 2.000 rumah warga di 12 desa tersebut,” katanya saat dikonfirmasi Antara melalui telepon genggam dari Kupang.

Desa-desa yang terendam banjir itu adalah dua desa di Kecamatan Malaka Barat yakni Desa Moaulun dan Mota Ain, empat desa di Kecamatan Wailiman yakni Desa Forekmodok, Lumudur, Waderok dan Nasleon.

Desa lain yang turut terenda akibar luapan banjir setinggi dua meter itu adalah Naimana, Sailuka dan Lawalu di Kecamatan Malaka Tengah.

Gabrien Seran menjelaskan selain itu Desa Halibasar di Kecamatan Waiwuk dan Desa Waikfauk di Kecamatan Sastia Mean, dan Desa Fatoin di Kecamatan Iokfen.

Dia menambahkan, semua warga yang rumah mereka terendam banjir tetap menolak untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Khusus terhadap enam kepala keluarga (KK) di Kecamatan Mota Ain yang rumahnya rusak berat, dia mengatakan, mereka memilih pindah ke rumah keluarga.

“Kami sudah minta supaya dievakuasi, tetapi mereka menolak. Mereka lebih memilih rumah keluarga atau tetangga untuk tinggal sementara,” katanya menambahkan.

Luapan banjir dari Sungai Benanain merupakan peristiwa tahunan jika sudah memasuki musim penghujan, karena derasnya luapan banjir dari wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu.

Malaka sebagai daerah otonom baru lepas dari Kabupaten Belu beberapa tahun silam, hanya biasa menerima risiko banjir tersebut karena terletak di daerah dataran rendah.

Upaya untuk mencegah terjadinya banjir, sudah dilakukan bersama oleh ketiga pemerintahan, namun sampai sejauh ini tetap belum membuahkan hasil yang maksimal. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close